1. HOME
  2.  » 
  3. TAG
  4.  » 
  5. C
  6.  » 
  7. CHINA


  8. Reporter :     16 Februari 2018 13:00

    Kisah pilu generasi yang hilang

    Seiring pertumbuhan ekonomi China yang pesat, ada harga mahal yang harus dibayar. Anak-anak yang tumbuh tanpa orangtua kian bertambah setiap tahun.

    Dikutip dari South China Morning Post, Januari 2018, ada sekitar 61 juta anak ditinggalkan orangtua untuk dibesarkan oleh kerabat di desa. Sementara kedua orangtua mereka merantau ke kota-kota besar untuk bekerja.

    Anak-anak kerap mendapat sebutan lost generation atau the damaged generation, hingga a generation left behind. Sebutan yang mengiris sembilu para orangtua dimana pun berada.

    Para orangtua itu terpaksa meninggalkan anak-anak mereka di desa karena tidak sanggup membiayai si anak di kota besar. Kalaupun dibawa ke kota, kedua orangtua bekerja sehingga tidak ada yang akan menjaga mereka di rumah.

    Fenomena generasi yang hilang ini sudah menjadi masalah China selama beberapa tahun terakhir. Berbagai studi menyebutkan, demikian dikutip dari laman ABC.net.au, 70 persen anak-anak yang ditinggal itu rentan mengalami trauma emosional, depresi, atau kegelisahan.

    Selain itu, mereka juga rentan menjadi korban pelecehan seksual, ditelantarkan, dan lain-lain.

    Ye Jingzhong, penulis A Different Childhood: Children Left Behind in Rural China mengatakan bahwa anak-anak ini merupakan target empuk para predator seksual.

    Dia mengungkap, anak-anak tersebur kurang perhatian dan pengawasan orangtua sehingga mudah percaya kepada kerabat atau wali yang tidak pedulian.

    "Nilai-nilai materialistik merasuk ke desa-desa dan--tanpa orangtua yang bisa mengajarkan mana yang baik dan buruk--anak tersebut mudah jatuh pada perangkap permen dan ponsel baru," jelasnya kepada CNN.

    FOTO: Ada 60 juta anak di China yang ditinggalkan orangtua mereka di pedesaan (AFP)

    INTRO

    WHAT DO YOU THINK?
    MUST READ STORIES