1. HOME
  2.  » 
  3. TAG
  4.  » 
  5. V
  6.  » 
  7. VIRAL NEWS


  8. Reporter :     27 Oktober 2017 19:01

    Wah, korban tsunami tertua di dunia ditemukan di Papua Nugini

    Diduga tengkorak tersebut adalah orang pertama yang diketahui meninggal dalam tsunami.

    Feed.merdeka.com - Sebuah tengkorak yang diduga berasal dari korban tsunami ditemukan di Papua Nugini. Berdasarkan pemeriksaan sedimen, tengkorak itu berusia sekitar 6.000 tahun.

    Tengkorak tersebut ditemukan di dekat pantai Papua Nugini pada tahun 1929. Tengkorak yang dikenal sebagai Tengkorak Aitape itu ditemukan oleh ahli geologi Australia Paul Hossfeld pada posisi 12 kilometer dari pesisir utara Papua Nugini.

    Seperti dikutip dari dw.com, awalnya tengkorak ini dianggap berusia 140.000 tahun, namun penanggalan karbon modern menunjukkan bahwa usianya sekitar 6.000 tahun, yang berarti anggota spesies homo sapiens.

    Diduga tengkorak tersebut adalah orang pertama yang diketahui meninggal dalam tsunami. Kesimpulan ini berdasarkan pada analisis baru tentang lokasi di mana tengkorak ditemukan.

    Sedimen di mana tengkorak terkubur menunjukkan karakteristik sedimen yang biasanya ditemukan setelah bencana tsunami. Kemungkinan terngkorak itu tewas akibat tsunami, atau dikuburkan sesaat sebelum tsunami menerjang.

    Tim peneliti internasional yang dipimpin Universitas New South Wales Australia menduga tsunami melanda permukiman sekitar lokasi penemuan tengkorak. "Kami menemukan bahwa tempat di mana Tengkorak Aitape digali merupakan laguna pesisir yang dibanjiri tsunami besar sekitar 6.000 tahun yang lalu," kata James Goff, salah satu anggota tim peneliti.

    Tsunami ini serupa dengan yang melanda wilayah di dekatnya pada tahun 1998 di mana bencana itu menewaskan lebih dari 2000 orang. "Kami menyimpulkan, tengkorak ini mungkin korban tsunami tertua di dunia," kata James Goff.

    Para peneliti mengatakan hanya tengkorak saja yang ditemukan. Sementara tulang lainnya diduga dimakan buaya, seperti yang terjadi pada korban tsunami tahun 1998 di wilayah yang sama.

    Hasil penelitian juga menyebutkan bahwa tsunami telah berulang kali terjadi di wilayah Pasifik sepanjang sejarah dan prasejarah, yang menyebabkan kematian, permukiman yang hancur, gangguan perdagangan dan bahkan konflik. (poy)

    Foto: Ilustrasi gempa

    WHAT DO YOU THINK?
    MUST READ STORIES