1. HOME
  2.  » 
  3. TAG
  4.  » 
  5. P
  6.  » 
  7. PENYAKIT


  8. Reporter :     11 Desember 2017 16:03

    Vaksi difteri untuk orang dewasa

    Vaksin difteri untuk orang dewasa menggunakan vaksin Td/Tdap, yaitu vaksin DPT dengan reduksi antigen dan pertusis. Bedanya adalah Tdap menggunakan komponen pertusis aseluler, artinya bakteri pertusis dibuat tidak aktif sehingga jarang menyebabkan demam.

    Idealnya, vaksin difteri diberikan sebanyak tiga dosis sejak usia dua tahun hingga usia 18 tahun (usia 5 tahun, 10-12 tahun, dan 18 tahun). Setelah itu, vaksin ini akan semakin efektif bila diberikan setiap 10 tahun selama seumur hidup. Sebab, vaksin hanya mampu memberikan perlindungan selama 10 tahun, sehingga setelah 10 tahun perlu diberikan booster atau penguat.

    Pemberian vaksin difteri diberikan pada usia 19-64 tahun sebanyak satu dosis. Berikut jadwal pemberian vaksin difteri bagi orang dewasa:

    Orang dewasa yang belum pernah mendapatkan vaksin Td atau belum lengkap status imunisasinya, diberikan 1 dosis vaksin Tdap diikuti dengan vaksin Td sebagai penguat setiap 10 tahun.

    Orang dewasa yang sama sekali tidak diimunisasi, diberikan dua dosis pertama dengan jarak 4 minggu dan dosis ketiga diberikan setelah 6 sampai 12 bulan dari dosis kedua.

    Orang dewasa yang belum menyelesaikan tiga dosis vaksin Td seri primer diberikan sisa dosis yang belum dipenuhi

    Di Indonesia memang belum ada program imunisasi difteri untuk dewasa. Ini sebabnya Anda perlu memastikan apakah status imunisasi sudah lengkap atau belum. Jika belum, segeralah vaksin difteri untuk mencegah penyakit difteri.

    Bila terdapat salah satu orang yang termasuk suspect difteri di lingkungan sekitar, maka Anda harus segera meminta divaksinasi ulang meskipun sudah pernah divaksin saat kecil. Ini bertujuan untuk menambah kekebalan tubuh dari penularan penyakit difteri.

     

    INTRO

    WHAT DO YOU THINK?
    MUST READ STORIES