1. HOME
  2.  » 
  3. TAG
  4.  » 
  5. T
  6.  » 
  7. TRAVEL


  8. Reporter : Denisa    5 Januari 2015 16:10

    Saat AS dan Rusia Bertemu di Evakuasi AirAsia QZ8501

    Meski tidak dalam perang, suasana pencarian Air Asia QZ8501 menjadi perhatian dunia akan kehadiran negara berseteru seperti AS-Rusia, mereka bersatu dalam gabungan tim SAR.

    Feed.merdeka.com - Puluhan kapal terbang dan kapal laut milik angkatan bersenjata negara sahabat berkumpul di perairan Karimata, 100 kilometer dari Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Mereka beraksi membantu pencarian jenazah dan bangkai pesawat AirAsia QZ8501 hingga hari ke-8 pencarian, Senin 5 Januari 2015.

    Beberapa negara diantara tim pembantu pencarian terdapat negara yang saat ini sedang berseteru. Namun dalam pencarian Air Asia mereka masuk dalam gabungan tim. Seperti Rusia dan Amerika. Dua negara yang sedang panas dalam kancah politik internasional. 

    Tim evakuasi dari Amerika tak sendiri di Indonesia. Banyak sekutu Amerika seperti Korea Selatan turut andil. Tapi kini, Amerika plus sekutunya bersama Rusia bersatu mencari korban dan serpihan AirAsia QZ8501 di perairan Indonesia. Bersatunya Rusia dan Amerika Mencari Air Asia.

    Amerika Serikat, Rusia, Korea Selatan, Jepang beraksi mengirimkan bala bantuan ke Indonesia sejak beberapa hari lalu.  Apa saja peralatan canggih mereka?

    1. Amerika Serikat - USS Sampson dan USS Forth Worth 

    USS Sampson via naval-technology.com

    USS Forth Worth via flickr.com

    Dua armada laut milik tentara AS ini ikut berbaur dengan negara lain. Hasil bantuan dua kapal AS ini telah memboyong belasan jenazah dari Pangkalan Bun Kalimantan ke Surabaya. Baca selengkapnya AS Bantu Penemuan Air Asia Qz8501.

    2. Rusia- Amfibi BE-200 dan Ilyushin 11-76

    Amfibi BE-200 via rbth.com

    Ilyushin 11-76 via wikimedia.com

    Jika AS berbekal kapal laut canggih, sang rival Rusia membawa andalannya dalam penerbangan. Rusia membawa dua pesawat canggih dengan teknologi terkini yaitu Amfibi BE-200 dan Ilyushin 11-76.

    Tak hanya bisa mengudara, teknologi mutakhir buatan biro konstruksi Beriev ini mampu mengapung dan lepas landas dari atas air. Padahal di negara asalnya, Amfibi BE-200 lebih dikenal sebagai peswat pemadam kebakaran karena mampu menampung 12 ton air. Baca selengkapnya Amfibi BE-200.

    Sedangkan satu pesawat lain Ilyushin 11-76, memiliki muka pesawat berlapis kaca. Armada ini dianggap mampu memudahkan pencarian jenazah dan bangkai pesawat Air Asia QZ8501.

    Pesawat yang satu ini termasuk kategori pesawat kelas Rusia dalam aviasi penerbangan. Meski pertama kali dibuat tahun 1976, perkembangan terus dilakukan untuk tipe pesawat tersebut. Baca selengkapnya Ilyushin 11-76.

    3. Korea Selatan - Orion C3

    Orion C3 via indohub.com

    Meski tidak secanggih Amfibi BE-200, pesawat milik Korea Selatan ini memiliki kemampuan serupa karena memiliki sonar untuk pencarian benda dalam laut. Keberadaan Korea Selatan juga menjadi menarik dengan adanya tim AS yang belum lama sempat panas dengan Korea Utara karena sebuah film 'The Interview'. Pesawat spesialisasi logistik Korea Selatan ini berbanderol US$ 889juta. Baca selengkapnya Orion C3. (Ism)

    WHAT DO YOU THINK?
    MUST READ STORIES