1. HOME
  2.  » 
  3. TAG
  4.  » 
  5. T
  6.  » 
  7. TRAVEL


  8. Reporter : Indra    2 Januari 2015 12:00

    5 Fakta Suku Korowai dan Kombai, Terasing Tapi Istimewa

    Terasing namun istimewa. Dibalik minimnya peradaban modern dan informasi, Suku Korowai dan Kombai tetap menyimpan keistimewaan yang buat Anda berdecak kagum.

    Feed - Indonesia terlahir dengan jumlah suku terbanyak. Tercatat ada 1.128 macam suku yang tersebar di tanah air. Suku Jawa jadi suku yang paling banyak di tanah Ibu Pertiwi.

    Namun dari ribuan suku yang menyebar, Indonesia masih punya suku yang jauh dari peradaban modern.

    Suku Korowai dan Kombai salah satunya. Terasing namun istimewa. Itulah gambaran suku yang terletak di atas tanah hutan berawa di Papua.

    Jangan memimpikan bahwa di kawasan mereka tinggal terdapat jejeran kendaraan, lampu-lampu terang, atau makanan yang biasa ditemukan di kota. Mereka para suku Korowai dan Kombai ini bahkan tak mengenal siapa Presiden di tanah yang mereka pijak.

    Di balik minimnya peradaban modern dan informasi yang masuk, Suku Korowai dan kombai tetap menyimpan sejumlah keistimewaan yang bisa buat kamu berdecak kagum.

    1. Tak Memakai Koteka 

    Sebagai manusia normal atau kita yang hidup di peradaban modern mungkin akan menganggap hal ini sedikit gila dan aneh. Tapi inilah yang istimewa dari suku Korowai. Mereka berbeda dengan suku pedalaman di tanah Papua lainnya yang menggunakan koteka untuk menutupi kelamin terutama para kamu lelaki.

    Suku Korowai ini tidak menggunakan koteka dalam kesehariannya, melainkan mereka memasukan secara paksa penis kedalam kantong jakar dan pada ujungnya mereka balut ketat dengan sejenis daun. Sementara suku Kombai menggunakan koteka yang terbuat dari paruh burung besar. Baca selengkapnya di sini.

    2. Rumah Pohon 

    Rumah pohon kedua suku bisa dikatakan tempat tinggal yang paling luar biasa yang pernah berdiri di Tanah Air ini. Bagaimana tidak, rumah ini berdiri menjulang kokoh dengan ketinggan 80 meter dari atas tanah.

    Mereka membangun rumah setinggi mungkin untuk menghindari ancaman serangga dan perang antar suku. Sangat beruntung bagi mereka yang bisa menginjak dan merasakan rumah pohon tertinggi dengan bentangan panorama hutan yang indah. Baca selengkapnya di sini.

    3. Hidup Dalam Kesahajaan

    Suku Korowai dan Kombai merupakan kelompok etnis yang berbeda. Masing-masing dengan bahasa mereka sendiri. Bahasa yang di gunakan suku Korowai termasuk dalam keluarga Awyu-Dumut (Papua tenggara) dan merupakan bagian dari filum Trans-Nugini. Sebuah tata bahasa dan kamus yang sudah diproduksi oleh ahli bahasa misionaris Belanda.

    Meski kedua suku ini berbeda, mereka melakukan untuk mengelola dan juga berbagi praktek-praktek budaya yang mirip. Sehingga sangat sulit kedua suku ini untuk saling bertikai. Baca selengkapnya di sini.

    4. Cara Tuntaskan Sengketa

    Babi memiliki peran yang sangat skral di kawasana ini. Hewan tersebut berperan dalam kehidupan agama kedua suk, juga yang diisi dengan semua jenis roh di atas semua roh leluhur mereka yang dikorbankan adalah binatang pada saat kesulitan.

    Dalam budaya suku Kombai dan Korowai, babi kerap kali digunakan dalam penyelesaian sengketa-antara keluarga. Juga juga dikorbankan dalam kompleks ketika upacara dengan membiarkan darah mereka ke dalam sungai sebagai korban ke salah satu dewa. Baca selengkapnya di sini.

    5. Makanan Favorit 

    Pesta adat yang dinikmati oleh Korowai dan Kombai adalah makan makanan yang terbuat dari Sagu. Makanan lezat lainnya yang biasa mereka santap adalah tempayak dari kumbang Capricorn, yang merupakan hasil panenan dari pohon sagu.

    Namun perlu diketahui, di kedua suku itu kanibalisme menjadi hal yang umum dalam sejarah mereka. Untuk suku Kombai, hal ini merupakan salah satu bentuk hukuman kesukuan, yang hanya berlaku pada mereka yang diidentifikasi sebagai dukun, dibunuh dan dimakan oleh masyarakat sebagai persembahan untuk jiwa dimakan oleh terdakwa.

    Mereka percaya bahwa sihir diyakini menjadi penyebab perang antar suku. Maka dari itu kanibalisme dianggap penting dalam dunia gaib, mirip kepercayaan untuk Korowai dan mungkin juga dilakukan sebagai bagian dari sistem peradilan pidana mereka. Baca selengkapnya di sini. (Ism)

    WHAT DO YOU THINK?
    MUST READ STORIES