1. HOME
  2.  » 
  3. TAG
  4.  » 
  5. E
  6.  » 
  7. ENTERTAINMENT


  8. Reporter : Arman Maulana Azis    30 Desember 2015 17:45

    Wulan Guritno CS Beri Harapan untuk Penderita Kanker

    Wulan Guritno, Manda, dan Jana Soekasah membuat gerakan di sosial media dengan menjual sebuah gelang.

    Feed.merdeka.com - Jumlah penderita kanker di Indonesia setiap hari semakin bertambah, tidak peduli kaya atau miskin kanker bisa menjangkit siapa saja. Bagi orang yang berkecukupan mengobati kanker mungkin bukan masalah yang besar, tetapi bagi orang yang tidak mampu berobat atau penderita yang ada di peloaok daerah, sumbangan dan bantuan dana menjadi satu-satunya harapan.

    Berangkat dari masalah tersebut, Wulan Guritno, Manda, dan Jana Soekasah membuat gerakan di sosial media dengan menjual sebuah gelang yang diberinama gelang harapan. Hasil dari penjualan tersebut mereka berikan kepada yayasan kanker bahkan mereka terjun langsung ke daerah pelosok seperti Trenggalek untuk memberikan sumbangan secara langsung.

    Menurut Jana Soekasah, penjualan gelang harapan ini pertama kali dilakukan melalui media sosial pada bulan Oktober tahun lalu yang bertepatan dengan bulan kanker payudara. Awalnya hanya membuat 25 saja tetapi melihat antusias dari masyarakat, mereka menjadi lebih semangat untuk melajutkan gerakan ini.

    "Yang melatarbelakangi dibuatnya gerakan ini karena di sekeliling kita banyak orang yang mengidap kanker dan mereka sangat membutuhkan bantuan," ujar Jana saat ditemui di acara 'Bracelet of Hope Goes to Campus, Duta Kanker #Warrior of Hope' di kampus Al Azhar, Jakarta Selatan. Rabu, 30 Desember 2015.

    Amanda Soekasah menambahkan, bahan baku pembuatan gelang ini dari kain sisa-sisa produksi pakaian ibu mereka yaitu Ghea Panggabean. Jenis kain yang digunakan yaitu jumputan yang berarti pelangi.

    "Kita menggunakan kain jumputan yang berarti pelangi. Menurut kita pelangi melambangkan harapan," paparnya menambahkan saat ditemui ditempat yang sama.

    Wulan Guritno mengatakan, gerakan ini dibuat sebagai pemicu generasi muda untuk turut ikut serta membantu orang yang sedang sakit dan memberikan banyak harapan untuk mereka.

    "Gerakan ini ibaratnya seperti bensin yang nantinya akan menyebarkan api, untuk itu kami menyebut pembeli gelang sebagai warrior of hope," tambah Wulan.

    (Gelang harapan. Foto: Arman Maulana Azis)

    Selain gerakan mendatangi secara langsung penderita yang mereka namai Journey of Hope, satu lagi gerakan yang mereka buat yaitu Room of Hope yang sedang dibangun di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Pada ruangan tersebut akan diajarkan kepada pasien penderita kanker dan keluarga yang menjaga pasien untuk menjadi produktif dalam pembuatan gelang harapan. Setiap gelang yang dibuat akan dihargai Rp. 5000.

    Dokter Suhartati yang merupakan dokter spesialis kanker di RSCM yang turut hadir, mengatakan tingkat penderita kanker dan angka kematian akibat penyakit tersebut akan terus meningkat tahun depan. "Sebesar 43 persen penderita kanker di Indonesia diakibatkan oleh pola hidup yang buruk," tutupnya.

    WHAT DO YOU THINK?
    MUST READ STORIES