1. HOME
  2.  » 
  3. TAG
  4.  » 
  5. V
  6.  » 
  7. VIDEO VIRAL


  8. Reporter :     16 Januari 2018 12:30

    Salut! Pria gondrong ini berani tegur polisi yang buang sampah sembarangan

    Video ini menjadi viral dan diberitakan media asing.

    Feed.merdeka.com - Jika melihat polisi melanggar apakah Anda akan menegurnya? Jarang ada orang yang mau berurusan dengan polisi.

    Namun dalam video ini, seorang pria 'nekat' mendatangi polisi tersebut dan menegur. Kejadian ini sebetulnya sudah lama--demikian ditulis dalam keterangan video yang diunggah akun Instagram siparjalang-- yakni 6 Agustus 2013 di Matraman, Jakarta.

    Dalam keterangan posting-an bertanggal 6 Januari 2018 itu juga ditulis kronologi kejadian tersebut.

    "Awal kejadiannya begini, aku lagi sama si @thinxtank mau ke toko buku Gramedia Matraman, toko buku terbesar Gramedia di Jakarta.

    Ketika di persimpangan lampu merah, terlihat kemasan air mineral gelas dibuang dari jendela mobil dinas polisi ini. Lalu, saya bilang sama kawanku si @thinxtank , gak bisa begitu, harus kita tegur. kawanku ini bilang, memangnya kau berani?

    Mungkin rasa takut, karena jamak di masyarakat, biasanya polisi menegur masyarakat, bukan sebaliknya. aku bilang, harus ditegur."

    Pria itu pun keluar mobil dan berjalan serta mengambil air mineral yang dibuang si polisi itu. Dia lalu, mendekati mobil si polisi. Bagaimana kelanjutannya?

    Lihat videonya di bawah ini:

     

    MENEGUR POLISI yang BUANG SAMPAH SEMBARANGAN sebenarnya kejadian ini sudah lama, tanggal 6 Agustus 2013 di Matraman - Jakarta video ini pun masih kutemukan di hardisk laptop, yang laptopnya sudah rusak pula awal kejadiannya begini, aku lagi sama si @thinxtank mau ke toko buku Gramedia Matraman, toko buku terbesar Gramedia di Jakarta ketika di persimpangan lampu merah, terlihat kemasan air mineral gelas dibuang dari jendela mobil dinas polisi ini lalu, saya bilang sama kawanku si @thinxtank , gak bisa begitu, harus kita tegur. kawanku ini bilang, memangnya kau berani ? . mungkin rasa takut, karena jamak di masyarakat, biasanya polisi menegur masyarakat, bukan sebaliknya aku bilang, harus ditegur, aku pun langsung keluar dari mobil aku berjalan dengan mengambil kemasan air mineral yang dibuang itu, lalu aku berjalan mendekat ke arah mobil dinas polisinya sembari memberikan kemasan air mineralnya, aku berkata "pak, ini sampah air gelasnya, jangan buang sampah sembarangan, buang di tempat sampah saja" lalu aku pergi meninggalkan mobil polisinya dan berjalan kembali ke dalam mobil ini bukan menjadi aksi gagah-gagahan, tapi siapapun dan dimana pun, kita tidak boleh buang sampah sembarangan saya pun tidak segan juga menegur kawan-kawan yang buang sampah sembarangan, terlebih lagi dengan kawan" dekat kalian juga, bisa menegur kawan kalian bila buang sampah sembarangan, karena dampaknya sangat besar, seperti menyebabkan bencana ekologis (bencana karena ulah manusia), seperti bencana banjir bukan karena kita sok orang sempurna, tapi setialah pada praktek kecil, karena akan memberikan dampak besar bila dilakukan bersama bila ada pun sampah kita sendiri, buanglah di tong sampah bila belum ada tong sampah di sekitar kita, bisa dikantongi dahulu, dibuat di dalam tas, nanti dibuang kemudian di tong sampah,seperti puntung rokok, bungkus permen, dll ini bumi kita, tempat kita hidup, bukan untuk mendikte, tapi apa salahnya jika kita jaga bersama . . 🌏 Matraman ● Jakarta Timur ● DKI Jakarta #jakarta #climatechange #globalwarming #traveling #nature #backpacker #discovery #journey #adventure #WHPoutdoors #hippies #sea #ocean #dive #thediscoverer #jalanjalan

    Sebuah kiriman dibagikan oleh Sidoli Parjalang (@siparjalang) pada

     

    WHAT DO YOU THINK?
    MUST READ STORIES