1. HOME
  2.  » 
  3. TAG
  4.  » 
  5. P
  6.  » 
  7. PAPUA


  8. Reporter :     21 November 2017 15:00

    Kala Presiden Jokowi tidak nurut kepada Kapolri dan Panglima TNI

    Ketimpangan infrastruktur ini tidak akan terasa kalau tidak dilihat dengan mata kepala sendiri.

    Feed.merdeka.com -  Presiden Joko Widodo merupakan salah satu kepala negara Indonesia yang lebih suka jika protokoler pengamanan tidak terlalu ketat, apalagi jika dia sedang blusukan. Sejak awal menjabat, Jokowi memang sudah menegaskan bahwa dia tidak mau kehilangan kebiasaan blusukan.

    Salah satu buktinya terungkap dari status di fanpage terverifikasi Presiden Joko Widodo, hari ini. Status itu bercerita kisah Jokowi, dua tahun lalu.

    Kala itu, Jokowi mengutarakan keinginannya untuk mengunjungi Nduga, sebuah daerah daerah terpencil di Papua. Nduga terletak di hamparan Lembah Baliem, yang dikelilingi gugus Pegunungan Jayawijaya. Saat itu, Nduga dianggap daerah rawan keamanan.

    "Keinginan ke Nduga saya sampaikan kepada Kapolri dan Panglima saat saya sudah di Wamena. Kapolri dan Panglima menyampaikan ke saya, 'Pak, ini daerah merah. Sebaiknya tidak ke sana.'"

    Tapi, Jokowi tak mau menuruti nasihat kedua pejabat teras di bidang keamanan itu. Jokowi bersikeras mau ke sana.

    Baca juga:  Sudah saatnya Papua ikut sejahtera

    Ketika tiba di sana, Jokowi mengaku menyaksikan sendiri bagaimana salah satu daerah bagian timur Indonesia itu butuh untuk diperhatikan dan dibangun. "Kalau hal seperti ini tidak kita perhatikan, keadilan dan pemerataan tidak kita hadirkan, bagaimana kita berbicara mengenai keindonesiaan kita?" tulisnya.

    Dia menilai, ketimpangan infrastruktur ini tidak akan terasa kalau tidak dilihat dengan mata kepala sendiri. (ita)

    WHAT DO YOU THINK?
    MUST READ STORIES