1. HOME
  2.  » 
  3. TAG
  4.  » 
  5. P
  6.  » 
  7. PERISTIWA


  8. Reporter :     9 Februari 2016 10:33

    Deret Kebohongan Begeng, Si Tersangka Pembunuh Anak di Lubang Buaya

    Tersangka banyak melakukan kebohongan untuk menutupi kelakukannya.

    Feed.merdeka.com - Januar Arifin alias Begeng ditetapkan sebagai tersangka pembunuh anak usia tujuh tahun berinisial J. Begeng menculik sang anak pada Sabtu, 6 Februari 2016 di sekitar kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, dan membawa korban ke rumahnya di Jalan Al Baido, Lubang Buaya, Jakarta Timur.

    Pihak kepolisian yang mencium jejak tersangka kemudian menggerebek rumah tersebut pada Minggu dini hari, 7 Februari 2016. Malang bagi korban, Begeng sudah keburu membunuhnya. Bocah yang duduk di kelas 1 SD tersebut ditemukan tewas dengan posisi terduduk di kamar mandi.

    Begeng, tersangka pembunuh anak
    © 2016 feed.id/merdeka.com

    Dikatakan Sekjen Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Erlinda, tersangka banyak melakukan kebohongan untuk menutupi kelakukannya. Di antaranya:

    Mengaku disuruh orang lain
    Dalam sebuah wawancara, Begeng mengaku disuruh orang lain untuk menculik sang bocah. Tapi dari hasil penyidikan Polres Depok, tersangka diketahui membawa korban dari rumah orangtuanya dengan iming-iming uang Rp2.000.

    "Itu rumah orangtua tersangka, tapi pada saat itu orangtuanya bekerja di Jakarta Selatan," kata Kapolres Depok Kombes Dwiyono seperti dilansir dari merdeka.com.

    Mengelak sebagai pelaku
    Sebelum polisi datang, Begeng mengaku korban masih dalam keadaan hidup. Namun, beberapa saat sebelum rumahnya digerebek polisi, ada dua pria yang datang dan membunuh korban di kamar mandi.

    "Saya lihat anak itu sudah ngga bergerak," aku Begeng dalam sebuah wawancara TV. Tapi pada kenyataannya, ternyata Begeng-lah pelaku tunggal dalam kejahatan itu. Hal itu diutarakannya saat bertemu dengan Ketua Komisi Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait di Mapolres Depok.

    "Iya dia ngaku membekap korban," kata Arist menirukan pengakuan Begeng. Menurut Arist, Begeng juga mengaku hanya seorang diri melakukan perbuatannya. Dia membunuh dengan membekap J menggunakan bantal. "Iya kepada saya dia mengakui itu," ujar Arist seperti dikutip dari merdeka.com.

    Pesan singkat ke keluarga korban
    Salah satu teman Begeng bernama Daus mengaku menerima pesan singkat dari nomor tidak dikenal mengenai keberadaan korban. Ketika Begeng ditangkap, ada pesan yang sama di ponselnya.

    Baca juga:

    Tepatkah Hukum Kebiri untuk Para Pelaku Kejahatan Seksual pada Anak?

    Video Panduan Agar Anak Terhindar dari Pelaku Pencabulan

    7 Trik Penjahat Untuk Menjerat Anak Anda

    WHAT DO YOU THINK?
    MUST READ STORIES