1. HOME
  2.  » 
  3. TAG
  4.  » 
  5. T
  6.  » 
  7. TRAVEL


  8. Reporter : Indra    18 November 2014 12:10

    8 Festival Budaya Indonesia Yang Menarik Perhatian Mancanegara

    Keanekaragaman budaya membuat Indonesia mempunyai banyak festival budaya yang unik dan menarik untuk bisa disaksikan wisatawan domestik maupun mancanegara.

    Feed - Bangga rasanya memiliki darah tanah air tercinta ini. Keberagaman suku bangsa yang tersebar di seluruh Indonesia menjadikan negeri ini kaya akan budaya dan bahasa. Hal tersebut membawa dampak positif bagi tanah air, selain terus dikembangkan menjadi tujuan wisata, keanekaragaman budaya ini membuat Indonesia mempunyai banyak festival budaya yang unik dan menarik untuk bisa disaksikan wisatawan domestik maupun mancanegara.

    Dari sekian banyak festival budaya yang ada di tanah air, berikut adalah sebagian festival budaya terbaik yang berhasil menarik perhatian wisatawan dari negara lain.

    1. Festival Erau Kertanegara di Kalimantan Timur

    Festival Erau ini menjadi rangkaian acara yang selalu dinanti-nanti oleh masyarakat Kutai Kartanegara setiap tahunnya. Dalam festival Erau, kerajaan yang dianggap tertua di Indonesia ini selalu menyajikan berbgaia bentuk kesenian dan olah raga tradisional.

    Festival ini dibuat sebagai bentuk rasa syukur masyarakat Kutai Kartanegara dan pemerintah daerah dalam kegiatan melakukan pembangunan yang telah berlangsung sejak abad ke-13. Yang membuat perayaan ini semakin seru yakni biasanya juga diadakan pesta kembang api yang raksasa di Pulau Kumala pada malam hari. Ratusan ribu orang berkumpul untuk menyaksikan indahnya warna-warni yang menghiasi langit dari tepi sungai Mahakam. Baca selengkapnya di sini.

    2. Festival Karapan Sapi dari Madura

    Untuk masyarakat Madura, karapan sapi bukan sekadar sebuah pesta rakyat yang perayaannya digelar setiap tahun. Kerapan Sapi merupakan pesta rakyat yang dilaksanakan ketika hasil panen padi atau tembakau menuai sukses. Bagi masyarakat lokal, Karapan Sapi, mempunyai peran di berbagai bidang.

    Misalnya di bidang ekonomi (kesempatan bagi masyarakat untuk berjualan), peran magis religius (misal adanya perhitungan perhitungan tertentu bagi pemilik sapi sebelum bertanding dan adanya mantra-mantra tertentu), bidang seni rupa (ada pada peralatan yang mempunyai hiasan tertentu), bidang seni tari dan seni musik saronen (selalu berubah dan berkembang).

    Menurut mereka, karapan sapi juga bukan hanya sebuah tradisi yang dilaksanakan secara turun-temurun dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Karapan sapi merupakan kebanggaan yang akan mengangkat martabat di masyarakat. Baca selengkapnya di sini.

    3. Festival Budaya Nias

    Hanya di Pulau Nias kamu bisa melihat atraksi unik, melompat batu. Atraksi budaya unik ini berhasil memikat para wisatawan internasional maupun wisatawan lokal untuk datang berkunjung ke Pulau yang terkenal dengan keindahan alam dan budayanya yang mempesona.

    Atraksi Lompat Batu dari Pulau Nias ini bisa disaksikan ketika Festival Budaya Nias yang biasanya diadakan pada bulan agustus di Desa Bawomataluo. Desa ini sudah didaftarkan World Heritage di Unesco sejak 2009 sebagai warisan budaya dari Indonesia. Desa ini merupakan desa budaya yang cukup dikenal di Nias Selatan.

    Tidak sulit untuk mencapai desa ini, untuk mencapai desa ini, diperlukan perjalanan darat selama 3 jam dari Gunung Sitoli menuju pesisir pantai selatan Nias.

    Lompat batu ini telah menjadi ikon wisata dari Pulau Nias dan pernah diabadikan dalam gambar dalam pecahan uang kertas seribu rupiah di Indonesia pada tahun 1992. Atraksi ini telah menjadi atraksi wisata di Pulau Nias. Di masa lalu, lompat batu ini sengaja diciptakan untuk menguji keberanian anak laki-laki di Nias yang telah memasuki gerbang kedewasaan. Lelaki yang berhasil melompati susunan batu dinilai telah dewasa dan layak untuk berperang. Baca selengkapnya di sini.

    4. Festival Pacu Jawi, Balap Sapi dari Tanah Minang

    Pacu Jawi merupakan kegiatan yang dilakukan para petani dan masyarakat sekitar untuk mengisi waktu setelah masa panen. Biasanya, Pacu Jawi diadakan 3 kali setahun. Festival ini berbeda dengan karapan sapi pada umumnya. Perbedaan yang paling menonjol yakni terletak pada lahan yang digunakan, kalau karapan sapi menggunakan tanah datar sebagai arena sedangkan Pacu Jawi menggunakan area sawah yang sudah basah.

    Meskipun Pacu Jawi belum menjadi agenda tetap pariwisata nasional, namun gaungnya sudah terdengar hingga internasional. Untuk menuju pagelaran ini sangat mudah, dari beberapa kota seperti Padang, Bukititnggi, Payakumbuh, Sawahlunto, Sijunjung, Solok dan Padang Panjang bisa memanfaatkan bus umum atau menyewa kendaraan dari Padang bila datang dari Bandara Minangkabau. Baca selengkapnya di sini.

    5. Festival adat Pemakaman di Tana Toraja

    Tidak perlu ke luar negeri untuk melihat ritual kematian. Di tanah air tepatnya di Tana Toraja juga memiliki adat kebudayaan Tana Toraja yang sampai detik ini masih terjaga dan dijalani, yaitu upacara kematian atau yang biasa disebut Rambu Solo.

    Upacara adat Rambu Solo adalah salah satu ritual adat kematian di Tana Toraja yang mengandung makna mengantarkan arwah yang meninggal hingga ketujuannya yakni alam roh. Ritual ini berhasil menjadi magnet yang sangat kuat bagi para wisatawan lokal dan mancanegara.

    Upacara ini biasanya digelar oleh masyarakat yang terbilang mampu, cukup tersohor, keturunan raja atau orang yang berpengaruh dalam adat tersebut. Pesta yang digelar terbilang sangatlah mewah, karena dalam pelaksanaannya memakan waktu yang berhari-hari. Baca selengkapnya di sini.

    6. Festival Teluk Jailolo

    Jailolo atau Gilolo adalah nama lain yang diberikan penduduk setempat untuk Pulau Halmahera di Provinsi Maluku Utara. Sama dengan wilayah eksotis lainnya, di pulai ini juga digelar Festival Teluk Jailolo yang merupakan festival tahunan dan didukung komunitas budaya, pemerintah daerah, dan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia.

    Festival ini sering kali terbilang sangat suksestiap tahunnya, dimana semua komunitas budaya di Pulau Jailolo dan sekitarnya ikut berpartisipasi. Beragam tradisi unik hadir dalam festival ini termasuk teater dengan konsep panggung di atas laut yang menjadi ciri khas festival Teluk Jailolo.

    Acara ini melibatkan ratusan penduduk Halmahera Barat yang terdiri dari anak-anak sekolah, nelayan, dan petani. Pengunjung yang datang untuk menikmati kemeriahannya dijamin tidak akan menyesal. Tidak hanya disajikan dengan kebudayaan saja, panorama berhiaskan langit biru yang membentang, gugusan tebing megah, hamparan laut jernih, serta pasir hitam lembut menjadi pemandangan yang dapat menyegarkan mata sepanjang hari. Baca selengkapnya di sini.

    7.Festival Bahari Raja Ampat Papua

    Festival Bahari Raja Ampat ini dipusatkan di ibukota Kabupaten Raja Ampat, Waisasi, di Pulau Waigeo dengan atraksi utama festival yang bersandar pada wisata bahari, di antaranya penyelaman di situs yang masuk dalam 10 besar terindah dunia.

    Biasanya Festival Bahari Raja Ampat ini diadakan pada pertengahan tahun sekitar bulan Agustus. Banyak tarian dan budaya yang ditampilkan di festival ini, salah satunya adalah atraksi tari-tarian khas daerah Papua, dan yang sangat menarik, dalam festival ini juga banyak makanan khas Papua yang dihidangkan. Baca selengkapnya di sini.

    8. Festival Pasola

    Cuma di Pulau Sumba kamu bisa melihat para penunggang kuda saling serang layaknya kesatria di film film hollywood. Hal tersebut hanya bisa disaksikan ketika Festival Pasola di gelar di Pulau Sumba,Provinsi Nusa Tenggara Timur.

    Biasanya ada tiga kecamatan yang menyelenggarakan festival ini yaitu Wanokaka, Lamboya, dan Gaura. Untuk diketahui, festival in merupakan bagian rangkaian acara yang sebelum Pasola dimulai, di pagi harinya dilakukan tradisi nyale, mencari cacing laut.

    Sementara malam sebelumnya dilakukan ritual Pajura, yaitu adu tinju di tepi pantai pada dini hari. Uniknya tradisi Pasola mampu menarik perhatian turis domestik maupun asing.

    Penyelenggaraan Pasola ini tidak dapat dipastikan, event ini akan digelar ketika ditetapkan dua minggu sebelum acara melalui upacara secara kepercayaan Marapu, kepercayaan yang dianut masyarakat setempat.

    Ketidakpastian tanggal fastival ini membuat penyelenggaraanya semakin langka dan sulit ditemukan. Baca selengkapnya di sini.

     

    WHAT DO YOU THINK?
    MUST READ STORIES